- Review Film Midnight Runners
SUBTOTAL :

About

Short Description:

Product Description


                               MAKALAH
               PENELITIAN KUANTITATIF

                               TENTANG
              PENELITIAN KORELASIONAL

                                   Oleh:

      KURNIA YUSTINA               : 1730102015

                       Dosen Pembimbing:
               DR. Hj. Nurlaila, M. Pd., M. A

 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
 FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU.            KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2019       







Makalah penelitian kuantitatif


BAB I
PENDAHULUAN

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang amat pesat dari waktu ke waktu telah merambah ke suluruh bidang kehidupan dan tidak luput dari peran penelitian. Disadari atau tidak dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan penelitian dalam rangka mencari dan mendapatkan pengertian tentang prinsip-prinsip yang ada dan berlaku secara umum. Ketika melakukan penelitian untuk mencari dan mendapatkan pengertian itu, manusia selalu menggunakan metode dan cara, meskipun metode dan cara yang digunakannya itu tidak selamnya ilmiah.
Pada dasarnya penelitan merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunan tertentu. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan.
Penelitian korelasional merupakan suatu tipe penelitian yang melihat hubungan antara satu atau beberapa ubahan dengan satu atau beberapa ubahan yang lain. Penelitian korelasional kadang-kadang disebut juga dengan “association research”. Dalam association research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba ubahan-ubahan tersebut. Dalam association research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba ubahan-ubahan tersebut



BAB II
PEMBAHASAN

Penelitian Korelasional

Defenisi Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional merupakan suatu tipe penelitian yang melihat hubungan antara satu atau beberapa ubahan dengan satu atau beberapa ubahan yang lain. Penelitian korelasional kadang-kadang disebut juga dengan “association research”. Dalam association research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba ubahan-ubahan tersebut. Dalam association research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba ubahan-ubahan tersebut.
Penelitian korelasional menggambarkan suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi di antara variabel yang muncul secara alami.
Penelitian korelasional kadang diperlakukan sebagai penelitian deskriptif, terutama disebabkan penelitia korelasional mendeskripsikan sebuah kondisi yang sudah ada. Bagaimanapun, kondisi yang biasanya dideskripsikan dalam laporan diri atau studi observasi, suatu studi korelasional mendeskripsikan, dalam istilah kuantitatif tingkatan di mana variabel-variabel berhubungan.
Kompleks hubungan yang akan diteliti, ditentukan oleh seberapa jauh peneliti mampu dan mau memperhatikan berbagai fenomena yang bermanfaat, up to date, hangat, dan menarik. Hubungan antara beberapa ubahan akan berpengaruh apabila ubaha-ubahan itu secara konseptual mempunyai hubungan yang asimetris, dan teknik analisis yang lebih kompleks, seperti multiple regression atau correlation sehingga dapat menentukan “coeficient determinant” atau sumbangan efektif masing-masing ubahan dengan mengontrol ubahan yang lain.
Penelitian ini dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi, oleh karena itu ia disebut penelitian korelasional. Melalui penelitian tersebut kita dapat memastikan berapa besar yang disebabkan oleh satu variabel dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain.
Dalam penelitian korelasional ini kita mengumpulkan dua atau lebih perangkat nilai dari dari sebuah sampel peserta, lalu kita menghitung hubungan antara perangkat-perangkat tersebut. Sebagai contoh, jika menguji hipotesis tentang hubungan antara sampel mahasiswa, kemudian nilai dari dua variabel tersebut dikumpulkan, lalu dihitung korelasi koofesien antara dua perangkat itu
Penelitian korelasi tidak memerlukan sampel yang besar. Diasumsikan jika ada pertalian, maka akan merupakan bukti bahwa sampel yang digunakan adalah mewakili pupulasi  yang kita selidiki dan instrumen yang digunakan dapat dipercaya dan shahih. Oleh karena itu, yang sangat penting dalam memilih dan mengembangkan instrumen. Kita hanya dapat memperoleh pertalian yang signifikan bila instrumen yang kita gunakan reliable dan valid dalam mengukur variabel-variabel yang diselidiki.

Tujuan penelitian korelasional
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mengidentifikasi hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik statistik yang lebih canggih. Hasil penelitian korelasional juga mempunyai implikasi untuk pengembalian keputusan, seperti tercermin dalam penggunaan prediksi akturial secara tepat. Keterbatasan yang paling besar dari penelitian korelasional adalah masalah penafsiran hubungan kausal.
Tujuan utama melakukan penelitian korelasional yaitu menolong menjelaskan pentingnya tingkah laku manusia atau meramalkan suatu hasil. Dengan demikian, penelitian korelasional kadang-kadang berbentuk penelitian deksriptif karena menggambarkan hubungan antara ubahan-ubahan yang diteliti. Karena itu, penelitian korelasional merupakan upaya untuk menerangkan dan meramalkan sesuatu  
Untuk menyelidiki sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi


Contoh penelitian korelasional
Studi untuk meramalkan keberhasilan berlajar berdasarkan atas skor pada tes
Studi yang mempelajari saling hubungan antara skor pada tes termasuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi


Ciri-ciri penelitian korelasional
Penelitian korelasional tepat digunakan apabila ubahan-ubahan yang diteliti kompleks dan/tidak dapat ditekiti dengan metode eksperimen dan tidak dapat pula dimanipulasi. Disamping itu, dapat pula diberikan kepada responden dalam lokasi yang berbeda-beda provinsinya, selagi dalam kategori sampel yang sama. Contoh : hubungan antara kreativitas dan pola tindakan orangtua dalam keluarga
Penelitian korelasional memungkinkan pengukuran beberapa ubahan sekaligus, saling hubungannya dan dalam latar realistik
Mengingat instrumen utama penelitian korelasional ialah angket, maka berbagai jenis instrumen dapat disiapkan untuk meneliti ubahan sekaligus. Di samping itu, instrumen yang sama dapat pula disebarkan pada lokasi yang luas dalam waktu terbatas
Apa yang diperoleh adalah kaar hubungan, bukan ada atau tidak adanya pengaruh diantara ubahan yang diteliti, kecuali apabila menggunakan teknik analisis yang lebih kompleks sehingga dapat dicari pengaruhnya



Desain penelitian korelasional
Desain penelitian korelasional ialah, dua atau lebih skor yang diperoleh dari setiap jumlah sampel yang dipilih, satu skor untuk setiap variabel yang diteliti, skor berpasangan kemudian dikorelasikan. Koefisien korelasi dihasilkan mengindisikan tingkatan/derajat hubungan antara dua variabel tersebut. Studi yang berbeda menyelidiki sejumlah variabel, dan beberapa penggunaan ststistik yang kompleks, namun desain dasar tetap sama dalam semua studi korelasional

Langkah-langkah pokok :
Mendefinisikan masalah
Melakukan telaah pustaka
Merancang cara pendekatannya.
Mengidentisifasikan variabel-variabel yang relevan
Menentukan subyeknya yng sebaik-baiknya
Memilih atau menyusun alat pengukur yang cocok
Memilih metode korelasional yang cocok untuk masalah yang sedang digarap
Mengumpulkan data
Menganalisis data yang telah terkumpul dan buat interpretasinya
Menulis laporan


Analisis data 
Bila dua variabel dikorelasikan hasilnya adalah koefisien korelasi. Suatu koefisien korelasi anka desimal, antara 0,00 dan + 1,00, atau -0,00 dan -1,00, yang mengindikasikan derajat hubungan dua variabel. Jika koefisien mendekati + 1,00; kedua variabel tersebut mempunyai hubungan positif. Hal ini berarti bahwa seseorang dengan skor yang tinggi pada suatu variabel akan memiliki skor yang tinggi pula pada variabel yang lain, dan seseorang dengn skor yang rendah pada suatu variabel akan memiliki skor yang rendah pula pada variabel yang lain; suatu peningkatan padab suatu variabel berhubungan/diasosiasikan dengan peningkatan pada variabel lain. Jika koefisien korelasi tersebut mendekati 0,00, kedua variabel tidak berhubungan.
Hal ini berarti bahwa skor seseorang pada suatu variabel tidak mengindikasikan skor orang tersebut pada variabel lain. Jika koefisien tersebut mendekati -1,00, kedua variabel memiliki hubungan yang sebaliknya (negatif). Hal ini berarti bahwa seseorang dengan skor tinggi pada suatu variabel akan memiliki skor yang rendah pada variabel lain; peningkatan pada suatu akan diasosiasikan dengan penurunan pada variabel lain, dan sebaliknya (Gay, 1981 : 185).

Uji hipotesis data
Berdasarkan kajian teoritis dan penyusunan kerangka berpikir tentang asumsi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara terpisah maupun secara bersama-sama, maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:
Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademuk dan kualitas pelayanan
Terdapat hubungan positif antara komunikasi interpersonal dan kualitas pelayanan
Terdapat hubungan positif  antara kemampuan  berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan
Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademik, komunikasi interpersonal dan kemampuan berfikir mekanik secara bersama-sama dengan kualitas pelayanan (Rusmini , 2004 : 22)















0 Reviews:

Post Your Review